Pengelasan merupakan salah satu proses utama dalam pembangunan tongkang karena digunakan untuk menyatukan pelat, stiffener, frame, girder, bulkhead, dan berbagai komponen struktur lainnya. Kualitas sambungan las sangat berpengaruh terhadap kekuatan serta keandalan konstruksi kapal. Salah satu cacat pengelasan yang perlu dikendalikan adalah porosity.

Porosity terjadi ketika gas terperangkap di dalam logam las saat proses pembekuan. Cacat ini dapat berbentuk lubang-lubang kecil yang tersebar maupun terkonsentrasi pada area tertentu. Jika jumlah atau ukurannya melebihi batas yang diperbolehkan, porosity dapat mengurangi kualitas sambungan dan berpotensi menyebabkan pekerjaan repair tambahan.

Karena itu, pencegahan porosity perlu dilakukan melalui pengendalian material, kondisi permukaan, parameter welding, consumable, hingga lingkungan kerja.

Apa Penyebab Porosity pada Pengelasan?

Porosity umumnya berkaitan dengan gas yang terjebak di dalam weld pool. Gas tersebut dapat berasal dari kelembapan, kontaminasi permukaan, shielding gas yang tidak efektif, atau consumable yang tidak ditangani dengan benar.

Pada pembangunan tongkang, masalah dapat semakin kompleks karena pekerjaan welding dilakukan pada berbagai posisi dan area dengan kondisi lingkungan berbeda.

Memahami sumber penyebabnya menjadi langkah pertama untuk mencegah porosity.

1. Bersihkan Permukaan Material Sebelum Welding

Kondisi permukaan pelat sangat berpengaruh terhadap kualitas sambungan.

Minyak, grease, karat, air, cat, debu, atau kontaminan lainnya dapat menghasilkan gas selama proses pengelasan. Gas tersebut berpotensi terperangkap di dalam weld metal.

Karena itu, permukaan yang akan dilas perlu dibersihkan sesuai prosedur sebelum welding dimulai.

Pembersihan yang baik juga membantu memastikan arc dan weld pool bekerja dalam kondisi yang lebih stabil.

2. Kendalikan Kelembapan

Kelembapan merupakan salah satu sumber masalah yang perlu diperhatikan dalam proses welding.

Air atau uap air yang berada pada permukaan material maupun consumable dapat menghasilkan hidrogen dan gas lainnya selama proses pengelasan.

Material perlu dipastikan berada dalam kondisi yang sesuai sebelum digunakan. Area welding juga sebaiknya terlindung dari hujan dan kondisi lingkungan yang dapat meningkatkan kelembapan.

3. Simpan Welding Consumable dengan Benar

Electrode dan welding consumable harus disimpan sesuai persyaratan dari produsen dan prosedur proyek.

Consumable yang menyerap kelembapan dapat meningkatkan risiko cacat pengelasan.

Karena itu, penyimpanan, handling, serta bila diperlukan proses pengeringan atau conditioning harus dikontrol dengan baik.

Penggunaan consumable yang sudah terkontaminasi atau tidak disimpan sesuai prosedur dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya porosity.

4. Pastikan Shielding Gas Berfungsi dengan Baik

Pada proses welding yang menggunakan shielding gas, perlindungan terhadap weld pool harus mencukupi.

Aliran gas yang terlalu rendah dapat menyebabkan udara masuk ke area weld pool. Sebaliknya, kondisi aliran yang tidak tepat juga dapat menyebabkan turbulensi yang mengganggu perlindungan.

Selang, regulator, nozzle, dan koneksi perlu diperiksa secara berkala untuk memastikan tidak terdapat kebocoran.

5. Periksa Kondisi Nozzle dan Welding Equipment

Nozzle yang kotor dapat mengganggu distribusi shielding gas. Spatter yang menumpuk juga dapat memengaruhi aliran gas menuju area pengelasan.

Karena itu, nozzle perlu dibersihkan secara berkala dan welding equipment harus berada dalam kondisi yang baik.

Pemeriksaan sederhana sebelum pekerjaan dimulai dapat membantu mencegah masalah kualitas yang lebih besar.

6. Gunakan Parameter Welding yang Sesuai

Parameter welding seperti current, voltage, travel speed, dan gas flow harus disesuaikan dengan welding procedure yang digunakan.

Parameter yang tidak sesuai dapat membuat weld pool tidak stabil dan meningkatkan kemungkinan gas terperangkap.

Operator sebaiknya mengikuti Welding Procedure Specification (WPS) yang telah ditetapkan untuk pekerjaan tersebut.

Konsistensi parameter juga penting ketika mengerjakan sambungan dalam jumlah besar pada struktur tongkang.

7. Perhatikan Teknik dan Kecepatan Pengelasan

Kecepatan gerakan welding torch atau electrode memengaruhi pembentukan weld pool.

Travel speed yang terlalu cepat dapat menghasilkan kondisi pengelasan yang kurang optimal, sedangkan teknik yang tidak konsisten dapat menyebabkan perlindungan weld pool tidak merata.

Operator harus memiliki keterampilan yang sesuai dan mengikuti prosedur welding yang berlaku untuk jenis sambungan yang dikerjakan.

8. Lindungi Area Welding dari Angin

Angin dapat mengganggu shielding gas pada proses welding tertentu.

Pekerjaan di area terbuka atau bagian deck yang terkena angin membutuhkan perlindungan tambahan agar gas pelindung tetap efektif.

Penggunaan wind shield atau perlindungan area kerja dapat membantu menjaga kondisi welding lebih stabil.

Hal ini penting terutama ketika fabrikasi dilakukan pada area yang tidak sepenuhnya terlindung.

9. Pastikan Joint Preparation Tepat

Persiapan sambungan atau joint preparation juga berpengaruh terhadap kualitas hasil welding.

Bentuk groove, root gap, alignment, dan kondisi permukaan harus sesuai dengan welding procedure yang ditetapkan.

Joint yang tidak sesuai dapat membuat operator kesulitan mengontrol weld pool dan meningkatkan kemungkinan munculnya cacat.

Karena itu, fit-up inspection perlu dilakukan sebelum welding dimulai.

10. Lakukan Inspection Setelah Welding

Pencegahan porosity perlu dilengkapi dengan pemeriksaan hasil pengelasan.

Visual inspection dapat digunakan untuk menemukan indikasi cacat pada permukaan. Untuk kebutuhan tertentu, metode Non-Destructive Testing (NDT) dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi sambungan lebih lanjut.

Metode pemeriksaan dipilih berdasarkan jenis sambungan, persyaratan proyek, standar yang digunakan, dan tingkat risiko struktur.

Jika ditemukan porosity yang tidak memenuhi acceptance criteria, area tersebut dapat ditindaklanjuti dengan repair sesuai prosedur.

Mengapa Quality Control Sangat Penting?

Pengendalian porosity tidak hanya bergantung pada kemampuan welder. Material, consumable, equipment, prosedur, lingkungan kerja, dan inspection semuanya saling berkaitan.

Karena itu, pendekatan quality assurance dan quality control perlu diterapkan sejak material preparation hingga pemeriksaan akhir sambungan.

Dengan kontrol yang konsisten, potensi pekerjaan repair dapat dikurangi dan kualitas struktur tongkang dapat lebih terjaga.

Patria Maritim Perkasa untuk Pembangunan dan Perbaikan Tongkang

PatriaShipyard mendukung industri maritim melalui layanan pembangunan dan perbaikan kapal, dengan spesialisasi pada tugboat dan tongkang.

Dengan tiga pilar utama, yaitu Keunggulan Layanan, Solusi Rekayasa, dan Solusi Maritim Terintegrasi, Patria Maritim Perkasa mengedepankan pendekatan yang memperhatikan kebutuhan teknis dan operasional kapal.

Dalam pembangunan tongkang, kualitas proses welding merupakan bagian penting dari konstruksi struktur. Pengendalian material, welding consumable, joint preparation, welding procedure, kondisi lingkungan, hingga inspection menjadi faktor yang saling berkaitan dalam menjaga kualitas sambungan.

Selain pembangunan kapal baru, layanan perbaikan kapal juga dapat membantu menangani kebutuhan repair pada struktur yang mengalami kerusakan, korosi, deformasi, atau masalah pada sambungan las selama masa operasional.

Kesimpulan

Porosity pada pengelasan struktur tongkang dapat dicegah dengan mengendalikan berbagai faktor, mulai dari kebersihan material, kelembapan, penyimpanan consumable, shielding gas, parameter welding, joint preparation, teknik welder, hingga inspection.

Pencegahan sejak awal lebih efektif dibandingkan menemukan cacat setelah struktur selesai dibangun. Penerapan WPS, quality control, dan pemeriksaan yang konsisten dapat membantu menjaga kualitas sambungan serta mengurangi kebutuhan repair.

Patria Maritim Perkasa dapat menjadi mitra dalam kebutuhan desain, pembangunan, perbaikan, dan pemeliharaan tugboat maupun tongkang. Melalui Keunggulan Layanan, Solusi Rekayasa, dan Solusi Maritim Terintegrasi, Patria Maritim Perkasa mendukung kebutuhan industri maritim dengan pendekatan yang terintegrasi.

Informasi lebih lanjut mengenai layanan Patria Maritim Perkasa dapat diperoleh melalui patriashipyard.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *